Rabu, 24 September 2014

Sejarah Kota Demak

 https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQerVyZYoYb9pCiurqFzxIo7S_4o17G_AbAE785nCPxpq6DCkrO


Kabupaten Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembilan orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa.
Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.

Tentang Kota Demak


https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJP-H6JFAvja2tf48Ey1-XcEAm6ND4vVmwYeIBtM8QQadwZ0_O


Kabupaten Demak adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak pada 6º43'26" - 7º09'43" LS dan 110º48'47" BT dan terletak sekitar 25 km di sebelah timur Kota Semarang.. Ibukotanya adalah Demak. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di bagian barat, Kabupaten Jepara di utara, Kabupaten Kudus di timur, Kabupaten Grobogan di tenggara, serta Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di sebelah barat. Kabupaten Demak memiliki luas sekitar 897,43 km² dan berpenduduk sekitar 1.055.579 jiwa pada sensus tahun 2010. Kabupaten Demak adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah  Demak dilalui jalan negara (pantura) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi.