
Demak merupakan sentra utama jambu air
merah delima (Syzygium Aqueum) di Indonesia. Potensi ini bahkan telah
ditayangkan oleh Trans7 dalam "Laptop Si Unyil" beberapa waktu yang
lalu. Varietas jambu air ini sebenarnya telah lama dibudidayakan di
Eropa, dikenal sebagai water apple, termasuk dalam keluarga Myrtaceae.
Asalnya pun dari wilayah selatan India dan Malaysia Timur, lalu menyebar
ke Philipina, Indonesia, Hawai (AS), hingga Trinidad, dan Tobago.
Dalam
berbagai literatur disebutkan, jambu air merah delima tumbuh di dataran
rendah hingga sedang (100-600 meter dpl). Jadi cocok ditanam di
daerah-daerah sepanjang pesisir utara Jawa. Ciri khas buah ini, berwarna
merah tua seperti buah delima, rasanya manis, dan mengandung banyak
air. Rasanya manis dan segar buah ini karena dalam setiap kilogram
terdapat kadar gula sebanyak 7,2 brik, 117 mg vitamin C, dan 84% air.
Menurut
data Subdinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, populasi
tanaman ditetapkan sebagai tanaman varietas unggulan, sebagaimana Surat
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 512/Kpts/SR, tertanggal 12 Desember
2005 di kabupaten ini tercatat 95.627 batang, 38.570 diantaranya telah
berbuah. Jumlah produksi mencapai 20.500 kuintal per-tahun. Dari segi
harganya pun cukup menjanjikan, yaitu sekitar Rp 10.000/kg di
pasar-pasar tradisional, sedangkan di swalayan mencapai Rp 15 ribu/kg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar